Selasa, 16 Oktober 2012

Tugas Softskill Etika Dalam Berbisnis

Contoh Kasus Etika dalam Bisnis
Etika bisnis merupakan hal yang sangat diperlukan dalam perusahaan. Etika bisnis sendiri dapat berjalan dengan baik apabila perusahaan melakukan hal berikut ini, Pertama-tama membangun apa yang dikenal sebagai budaya perusahaan (corporate culture). Budaya perusahaan ini mula pertama dibangun atas dasar Visi atau filsafat bisnis pendiri suatu perusahaan sebagai penghayatan pribadi orang tersebut mengenai bisnis yang baik. Visi ini kemudian diberlakukan bagi perusahaannya, yang berarti Visi ini kemudian menjadi sikap dan perilaku organisasi dari perusahaan tersebut baik keluar maupun kedalam. Maka terbangunlah sebuah etos bisnis, sebuah kebiasaan yang ditanamkan kepada semua karyawan sejak diterima masuk dalam perusahaan maupun secara terus menerus dievaluasi dalam konteks penyegaran di perusahaan tersebut.
Etos inilah yang menjadi jiwa yang menyatukan sekaligus juga menyemangati seluruh karyawan untuk bersikap dan berpola perilaku yang kurang lebih sama berdasarkan prinsip yang dianut perusahaan. Namun, seiring berjalannya waktu banyaknya pesaing yang bermunculan dan masalah-masalah yang timbul dan menyebabkan pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan. Berkembang tidaknya sebuah etos bisnis ditentukan oleh gaya kepemimpinan dalam perusahaan tersebut.
Bahwa telah kita ketahui bahwa manusia itu adalah makhluk social dimana mereka saling bersosialisasi dan saling ketergantungan satu dengan yang lainnya. Dimana cara bersosialisasi yang sering kita lakukan ialah bagaimana cara kita berkomunikasi dengan pihak lain secara tata bahasa yang terstruktur dengan baik dan sesuai dengan kaidah-kaidah tata bahasa yang baik dan benar.
Biasanya dalam kehidupan sehari-hari kita berkomunikasi dengan pihak lain itu kadang kita merasa bahwa perkataan kita didalam berkomunikasi kurang sopan bahkan dapat menyakiti perasaan pihak lain meski perkataan yang keluar tersebut diluar garis kesadaran kita. Lalu bagaimana cara kita menangani perkataan tersebut supaya perkataan tersebut tidak menyakiti perasaan orang lain dan tidak menimbulkan konflik diantar pihak yang bersangkutan?
Maka disinilah peranan sikap kedewasaan seseorang serta kelapangan dada (kesabaran) kita didalam berkomunikasi tersebut. Mungkin setiap orang itu tidak memiliki kesamaan didalam menyikapinya. Bahkan sering kita temukan ada orang yang cuek akan perkataan seseorang dan bahkan ada orang yang memiliki perasaan yang sensitive didalam berkomunikasi, meskipun perbicangan yang kita lakukan itu sifatnya hanya bercandaan atau garauan saja.
Apabila kita memiliki etika didalam berkomunikasi mungkin kita tidak akan merasa tersakiti atau menyakiti orang lain. Sebab dengan kedewasaan seseorang kita bisa memilah-milah dan mengambil kesimpulan positif dari perbincangan yang kita lakukan, selain kedewasaan sikap lapang dada juga sangat berperan didalam mengendalikan kesabaran diri kita. Dari kedua sikap tersebut kita bisa merasakan manfaatnya diantaranya tidak adanya konflik yang timbul antar pihak, serta persatuan dan kesatuan antar manusia akan lebih erat lagi. Maka dari itu marilah kita membangun etika di dalam berkomunikasi sehari-hari baik itu dengan pihak yang lebih tua maupun pihak yang lebih muda dari kita, sebab kehidupan itu akan lebih indah apabila kita saling menghargai satu sama lainnya.
NAMA : Akbar Agus Chaniago
NPM : 20209978
KELAS : 4EB13
MATKUL : ETIKA PROFESI AKUNTANSI #

Senin, 08 Oktober 2012

Perilaku Etika dalam Bisnis



Lingkungan bisnis yang mempunyai perilaku etika

Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain yaitu pengendalian diri, pengembangan tanggung jawab sosial, mempertahankan jati diri, menciptakan persaingan yang sehat, menerapkan konsep pembangunan tanggung jawab sosial, mempertahankan jati diri, menciptakan persaingan yang sehat, menerapkan konsep pembangunan yang berkelanjutan, menghindari sikap 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi, dan Komisi) mampu mengatakan yang benar itu benar, dll.

Dengan adanya moral dan etika dalam dunia bisnis, serta kesadaran semua pihak untuk melaksanakannya, kita yakin jurang itu dapat dikurangi, serta kita optimis salah satu kendala dalam menghadapi era globalisasi dapat diatasi.

Moral merupakan sesuatu yang mendorong orang untuk melakukan kebaikan etika bertindak sebagai rambu-rambu (sign) yang merupakan kesepakatan secara rela dari semua anggota suatu kelompok. Dunia bisnis yang bermoral akan mampu mengembangkan etika (patokan/rambu-rambu) yang menjamin kegiatan bisnis yang seimbang, selaras, dan serasi.

Etika sebagai rambu-rambu dalam suatu kelompok masyarakat akan dapat membimbing dan mengingatkan anggotanya kepada suatu tindakan yang terpuji (good conduct) yang harus selalu dipatuhi dan dilaksanakan. Etika di dalam bisnis sudah tentu harus disepakati oleh orang-orang yang berada dalam kelompok bisnis serta kelompok yang terkait lainnya. Mengapa ?

Dunia bisnis, yang tidak ada menyangkut hubungan antara pengusaha dengan pengusaha, tetapi mempunyai kaitan secara nasional bahkan internasional. Tentu dalam hal ini, untuk mewujudkan etika dalam berbisnis perlu pembicaraan yang transparan antara semua pihak, baik pengusaha, pemerintah, masyarakat maupun bangsa lain agar jangan hanya satu pihak saja yang menjalankan etika sementara pihak lain berpijak kepada apa yang mereka inginkan. Artinya kalau ada pihak terkait yang tidak mengetahui dan menyetujui adanya etika moral dan etika, jelas apa yang disepakati oleh kalangan bisnis tadi tidak akan pernah bisa diwujudkan. Jadi, jelas untuk menghasilkan suatu etika didalam berbisnis yang menjamin adanya kepedulian antara satu pihak dan pihak lain tidak perlu pembicaraan yang bersifat global yang mengarah kepada suatu aturan yang tidak merugikan siapapun dalam perekonomian.


Kepedulian pelaku bisnis terhadap etika

Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain ialah:
1. Pengendalian diri
2. Pengembangan tanggung jawab sosial (social responsibility)
3. Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi
4. Menciptakan persaingan yang sehat
5. Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”
6. Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi dan Komisi
7. Mampu menyatakan yang benar itu benar
8. Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha kebawah
9. Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama
10. Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati


Kesaling tergantungan antara bisnis dan masyarakat

Mungkin ada sebagian masyarakat yang belum mengenali apa itu etika dalam berbisnis. Bisa jadi masyarakat beranggapan bahwa berbisnis tidak perlu menggunakan etika, karena urusan etika hanya berlaku di masyarakat yang memiliki kultur budaya yang kuat. Ataupun etika hanya menjadi wilayah pribadi seseorang.
Tetapi pada kenyataannya etika tetap saja masih berlaku dan banyak diterapkan di masyarakat itu sendiri.

Bagaimana dengan di lingkungan perusahaan? Perusahaan juga sebuah organisasi yang memiliki struktur yang cukup jelas dalam pengelolaannya. Ada banyak interaksi antar pribadi maupun institusi yang terlibat di dalamnya. Dengan begitu kecenderungan untuk terjadinya konflik dan terbukanya penyelewengan sangat mungkin terjadi. Baik dalam tataran manajemen ataupun personal dalam setiap team maupun hubungan perusahaan dengan lingkungan sekitar. Untuk itu etika ternyata diperlukan sebagai kontrol akan kebijakan, demi kepentingan perusahaan itu sendiri Oleh karena itu kewajiban perusahaan adalah mengejar berbagai sasaran jangka panjang yang baik bagi masyarakat. Dua pandangan tanggung jawab sosial yaitu :

1. Pandangan klasik : tanggung jawab sosial manajemen hanyalah memaksimalkan laba (profit oriented).
Pada pandangan ini manajer mempunyai kewajiban menjalankan bisnis sesuai dengan kepentingan terbesar pemilik saham karena kepentingan pemilik saham adalah tujuan utama perusahaan.
2. Pandangan sosial ekonomi : Disini bukan sekedar menghasilkan laba, tetapi juga mencakup melindungi dan meningkatkan kesejahteraan sosial.
Pada pandangan ini berpendapat bahwa perusahaan bukan intitas independent yang bertanggung jawab hanya terhadap pemegang saham, tetapi juga terhadap masyarakat.


Perkembangan Etika Bisnis

Di akui bahwa sepanjang sejarah kegiatan perdagangan atau bisnis tidak pernah luput dari sorotan etika. Perhatian etika untuk bisnis dapat dikatakan seumur dengan bisnis itu sendiri. Perbuatan menipu dalam bisnis , mengurangi timbangan atau takaran, berbohong merupakan contoh-contoh kongkrit adanya hubungan antara etika dan bisnis. Namun denikian bila menyimak etika bisnis sperti dikaji dan dipraktekan sekarang, tidak bisa disangkal bahwa terdapat fenomena baru dimana etika bisnis mendapat perhatian yang besar dan intensif sampai menjadi status sebagai bidang kajian ilmiah yang berdiri sendiri.

Masa etika bisnis menjadi fenomena global pada tahun 1990-an, etika bisnis telah menjadi fenomena global dan telah bersifat nasional, internasional dan global seperti bisnis itu sendiri. Etika bisnis telah hadir di Amerika Latin , ASIA, Eropa Timur dan kawasan dunia lainnya. Di Jepang yang aktif melakukan kajian etika bisnis adalah institute of moralogy pada universitas Reitaku di Kashiwa-Shi. Di india etika bisnis dipraktekan oleh manajemen center of human values yang didirikan oleh dewan direksi dari indian institute of manajemen di Kalkutta tahun 1992. Di indonesia sendiri pada beberape perguruan tinggi terutama pada program pascasarjana telah diajarkan mata kuliah etika isnis. Selain itu bermunculan pula organisasi-organisasi yang melakukan pengkajian khusus tentang etika bisnis misalnya lembaga studi dan pengembangan etika usaha indonesia (LSPEU Indonesia) di jakarta.


Etika Bisnis Dalam Akuntansi

Dalam menjalankan profesinya seorang akuntan di Indonesia diatur oleh suatu kode etik profesi dengan nama kode etik Ikatan Akuntan Indonesia. Kode etik Ikatan Akuntan Indonesia merupakan tatanan etika dan prinsip moral yang memberikan pedoman kepada akuntan untuk berhubungan dengan klien, sesama anggota profesi dan juga dengan masyarakat.

Selain dengan kode etik akuntan juga merupakan alat atau sarana untuk klien, pemakai laporan keuangan atau masyarakat pada umumnya, tentang kualitas atau mutu jasa yang diberikannya karena melalui serangkaian pertimbangan etika sebagaimana yang diatur dalam kode etik profesi. Akuntansi sebagai profesi memiliki kewajiban untuk mengabaikan kepentingan pribadi dan mengikuti etika profesi yang telah ditetapkan. Kewajiban akuntan sebagai profesional mempunyai tiga kewajiban yaitu; kompetensi, objektif dan mengutamakan integritas.

Kasus enron, xerok, merck, vivendi universal dan bebarapa kasus serupa lainnya telah membuktikan bahwa etika sangat diperlukan dalam bisnis. Tanpa etika di dalam bisnis, maka perdaganan tidak akan berfungsi dengan baik. Kita harus mengakui bahwa akuntansi adalah bisnis, dan tanggung jawab utama dari bisnis adalah memaksimalkan keuntungan atau nilai shareholder. Tetapi kalau hal ini dilakukan tanpa memperhatikan etika, maka hasilnya sangat merugikan. Banyak orang yang menjalankan bisnis tetapi tetap berpandangan bahwa, bisnis tidak memerlukan etika.

Sumber : http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/11/perilaku-etika-dalam-bisnis/

Pendahuluan Etika sebagai Tinjauan

Pengertian ETIKA

- Istilah Etika berasal dari bahasa Yunani kuno. Bentuk tunggal kata ‘etika’ yaitu ethos sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta etha. Ethos mempunyai banyak arti yaitu : tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan/adat, akhlak,watak, perasaan, sikap, cara berpikir. Sedangkan arti ta etha yaitu adat kebiasaan.
- Etika adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlaq); kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlaq; nilai mengenai nilai benar dan salah, yang dianut suatu golongan atau masyarakat.
- Menutut Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1989, Etika adalah suatu ilmu yang membahas tentang bagaimana dan mengapa kita mengikuti suatu ajaran moral tertentu atau bagaimana kita harus mengambil sikap yang bertanggung jawab berhadapan dengan pelbagai ajaran moral.


Prinsip-prinsip ETIKA

Ada enam prinsip yang merupakan landasan penting etika, yaitu keindahan, persamaan, kebaikan, keadilan, kebebasan, dan kebenaran.

1. Prinsip Keindahan
Prinsip ini mendasari segala sesuatu yang mencakup penikmatan rasa senang terhadap keindahan. Misalnya dalam berpakaian, penataan ruang, dan sebagainya
2. Prinsip Persamaan
Setiap manusia pada hakikatnya memiliki hak dan tanggung jawab yang sama, sehingga muncul tuntutan terhadap persamaan hak antara laki-laki dan perempuan, persamaan ras, serta persamaan dalam berbagai bidang lainnya. Prinsip ini melandasi perilaku yang tidak diskrminatif atas dasar apapun.
3. Prinsip Kebaikan
Prinsip ini mendasari perilaku individu untuk selalu berupaya berbuat kebaikan dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Prinsip ini biasanya berkenaan dengan nilai-nilai kemanusiaan seperti hormat- menghormati, kasih sayang, membantu orang lain, dan sebagainya.
4. Prinsip Keadilan
Pengertian keadilan adalah kemauan yang tetap dan kekal untuk memberikan kepada setiap orang apa yang semestinya mereka peroleh. Oleh karena itu, prinsip ini mendasari seseorang untuk bertindak adil dan proporsional serta tidak mengambil sesuatu yang menjadi hak orang lain.
5. Prinsip Kebebasan
Kebebasan dapat diartikan sebagai keleluasaan individu untuk bertindak atau tidak bertindak sesuai dengan pilihannya sendiri. Dalam prinsip kehidupan dan hak asasi manusia, setiap manusia mempunyai hak untuk melakukan sesuatu sesuai dengan kehendaknya sendiri sepanjang tidak merugikan atau mengganggu hak-hak orang lain.
6. Prinsip Kebenaran
Kebenaran biasanya digunakan dalam logika keilmuan yang muncul dari hasil pemikiran yang logis/rasional. Kebenaran harus dapat dibuktikan dan ditunjukkan agar kebenaran itu dapat diyakini oleh individu dan masyarakat.


Basis teori Etika
a. Etika Teleologi
Dari kata Yunani, telos = tujuan,
Mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu.

Dua aliran etika teleologi :
- Egoisme Etis : Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri.

- Utilitarianisme : Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan.

b. Deontologi
Istilah deontologi berasal dari kata Yunani ‘deon’ yang berarti kewajiban.
‘Mengapa perbuatan ini baik dan perbuatan itu harus ditolak sebagai buruk’, deontologi menjawab : ‘karena perbuatan pertama menjadi kewajiban kita dan karena perbuatan kedua dilarang’.
Yang menjadi dasar baik buruknya perbuatan adalah kewajiban.
Pendekatan deontologi sudah diterima dalam konteks agama, sekarang merupakan juga salah satu teori etika yang terpenting.

c. Teori Hak
Dalam pemikiran moral dewasa ini barangkali teori hak ini adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi baik buruknya suatu perbuatan atau perilaku.

Teori Hak merupakan suatu aspek dari teori deontologi, karena berkaitan dengan kewajiban. Hak dan kewajiban bagaikan dua sisi uang logam yang sama.

Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama. Karena itu hak sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis.
.
d. Teori Keutamaan (Virtue)
Memandang sikap atau akhlak seseorang.
Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil, atau jujur, atau murah hati dan sebagainya.
Keutamaan bisa didefinisikan sebagai berikut : disposisi watak yang telah diperoleh seseorang dan memungkinkan dia untuk bertingkah laku baik secara moral.


EGOISME

Egoisme adalah cara untuk mempertahankan dan meningkatkan pandangan yang menguntungkan bagi dirinya sendiri, dan umumnya memiliki pendapat untuk meningkatkan citra pribadi seseorang dan pentingnya - intelektual, fisik, sosial dan lainnya. Egoisme ini tidak memandang kepedulian terhadap orang lain maupun orang banyak pada umunya dan hanya memikirkan diri sendiri.



sumber : (http://id.shvoong.com/social-sciences/psychology/2292935-pengertian-egois/#ixzz28aFqLE5U)
(http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/11/prinsip-prinsip-etika-2/ )
andru182.blogspot.com

Jumat, 01 Juni 2012

puisiq

Forever Broken
by lhsp


I was once broken,
Like an old toy that could never be fixed.
For I was destroyed.
My whole life was nothing but a pile of shattered glass,
Worthless.
Until I found you,
For your love put me back together.
You were my world,
My everything.
I loved you,
For I had found the one with the power to mend my broken heart.
At least thats what I thought till you let go.
I then realized I cannot be loved,
For if you will not love me and want me,
No one will.
Therefore I am,
Forever broken.

puisi

If I, Should I?
by williambrown


If i climb starways to heaven, will I miss out the stars?
If I just lay right here, who's to stop the cars?
If I meet with your skin, who will see my scars?
Is this really my cage, when I can see no bars?


Should I take the first step, or should I sit and wait?
Should I turn towards, or quicken up my gait?
Should I question why, or accept it as my fate?
Is the time now right, or is it far too late?

belajar bahasa inggris



Greeting and introduction
Menyapa dan perkenalan
Name =nama
Fist name = nama depan
Sur name = nama panjang
Nick name = nama pangilan
Age = umur
Introduce =memperkenalkan
Meet = bertemu
Go = pergi
Nice = senang
Pleased =senang
Fine = baik
Bye = selamat tinggal
See you = sampai jumpa
Neigboar = tetengga
Know = sekarang
Market = pasar
Morning = pagi
Afternoon = siang
Evening = malam

Introduction
A.name
What is your name ?
My name is angus
B.age
How old are you ?
I am twelve years old
C.addres
Where do you live ?
I live in Jakarta
D.phone number
What is your phone number ?
My phone number is 021-99457530
To be
+am
-am not

+are you they
-are not we nama lebih dari 1

+is he it
-is not she nama 1 orang


The English alphabets

A = ei B = bi C = si D = di E = I F = ef G = ji H = eic I =ai

J = jei K = kei L = el M = em N = en O = ow P = pi Q =kju R = a S= es

T = ti U = ju V = vi W =dabelyu X = eks Y =wai Z = zed

The English subjeck
I = saya
You = kamu
We = kami
They = mereka
She = dia ( perempuan )
He = dia (laki-laki )
It = itu ( benda )

Grammer stage

Prounoun to be ful from short from noun
I am I am I’am a student
You are you are you ‘re a student
They are they are they ‘re student
We are we are we ‘re student
She is she is she ‘ s a student
He is he is he ‘s a student
It is it is it ‘s a book
Negative

Short form noun
I am not I ‘ m not I’m not a student
You are you’re not you aren’t a student
She is she’s not she isn’t a student
He is he’s not he isn’t a student
It is it’s not it isn’t a book
We are we’re not we aren’t student
They are they’re not they aren’t student


Time is money
Waktu adalah uang
Availability
Ketersediaan
Is there a book
Car ( singular )
Teacher

Are there any books
Cars ( plural )
Yes there is a book
Car ( singular )
Teacher
Yes there are some books
Cars ( plural )
Teachers
No there isn’t a book
Car ( singular )

Teachers
Teacher
No there aren’t any books
Cars ( plural )
Teachers
*menanyakan tentang ada / tiaanya sesuatu
*singular = jumlahnya satu
* plural = jumlahnya lebih dari satu
* A = sebuah untuk singular
* untuk plural ditambahkan “s” dibelakang kata benda
A Any some
? singular ? plural +plural
+singular -plural
-singular

Nouns=kata benda
1.A digunakan untuk kata benda yang huruf persamaannya huruf konsonan
2.An digunakan untuk kata benda yang persamaanya huruf vocal :A,I,U,,e,o

Experience is the best teacher
Pengalaman adalah guru terbaik



Instruction

Language function
Giving commands
-close the door
-open the book ,please
Expressing prohibition
-don’t come late
-don’t be lazy
Instruction / command =perintah
Instruct =member perintah
Istructor = orang yang member perintah
Prohibition = larangan
Prohibit =melarang
Forbid = melarang
Prohibited = dilarang / terlarang
Foriddent = dilarang / terlarang
-instruction
1.diawali dengan kata kerja ( verb )
2.diakhiri dengan tanda seru ( ! )
-prohobition
1.diawali dengan kata don’t ( do not ) +( verb )
2.diakhiridengan tanda seru ( ! )

cerita lucu

Suicide Blonde Goes To The Hospital!
A blonde hurries into the emergency room late one night with the tip of her index finger shot off.

"How did this happen?" the emergency room doctor asked her.

"Well, I was trying to commit suicide," the blonde replied.

"What?" sputtered the doctor.
"You tried to commit suicide by shooting your finger off?"

"No silly!" the blonde said. "First I put the gun to my chest, and I thought: I just paid $6,000.00 for these breast implants, I'm not shooting myself in the chest."

"So then?" asked the doctor.

"Then I put the gun in my mouth, and I thought: I just paid $3000.00 to get my teeth straightened, I'm not shooting myself in the mouth."

"So then?"

"Then I put the gun to my ear, and I thought: This is going to make a loud noise. So I put my finger in the other ear before I pulled the trigger."

The Policeman's Ball
A woman in a hurry to get her daughter to school on time was pulled over for speeding.

The mom smiled at her daughter and said "Don't worry dear! I can get out of this ticket."

The cop approached the car and he asked "Mam do you know why I pulled you over?" With a big smile she replied "Sure you are selling tickets to the policeman's ball."

He then said, "Mam, I am a State Trooper, we don't have balls."

The Boss and The Trainee
A Man joined a big Multi National Company as a trainee. On his first day he dialed the pantry and shouted into the phone, "Get me a coffee quickly!"

The voice from the other side responded, "You fool you've dialed the wrong extension! Do you know who you're talking to, dumbo?"

No", replied the trainee.

"It's the Managing Director of the company, you fool!" The man shouted back, "And do you know who YOU are talking to, you fool?"

"No", replied the Managing Director. "Thats Good!", replied the trainee and put down the phone!

HaHa! I hope you learn from this and that this never happens to you!!